Pentingnya Pendidikan di Masa Emas Sang Buah Hati

Pentingnya Pendidikan di Masa Emas Sang Buah Hati

Pentingnya Pendidikan di Masa Emas Sang Buah Hati

Lima tahun pertama pada pertumbuhan anak merupakan masa emas bagi perkembangan kecerdasan dan karakter anak. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa pada usia empat tahun kapasitas kecerdasan anak telah mencapai 50 persen. Dr. Gutama, Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Depdiknas mengatakan bahwa kapasitas kecerdasan anak mencapai hingga 80 persen di usia delapan tahun. Ini menunjukkan pentingnya stimulasi otak dan pengajaran karakter pada anak usia dini sebelum mereka masuk ke tahap sekolah dasar.

Setiap anak usia satu sampai lima tahun memiliki miliaran sel dalam otak yang telah siap berkembang dengan sempurna sesuai dengan stimulasi yang ia terima. Seluruh sel ini memiliki peran penting dalam menunjang fungsi otak sebagai pengatur seluruh kemampuan tiap individu di masa dewasa mereka.

Stimulasi dan pengajaran pertama yang penting diberikan bagi anak haruslah bersumber dari keluarga. Teori psikologi “Attachment Theory” yang dilansir oleh John Bowlby dan Mary Ainsworth, yang mencoba untuk menggambarkan dinamika hubungan interpersonal jangka panjang dan jangka pendek antarmanusia. Hal penting yang dapat diambil dari teori ini adalah mengenai pentingnya seorang anak untuk mempunyai hubungan intim dengan satu pengasuh utama selama lima tahun pertama pertumbuhan mereka. Keintiman hubungan anak dengan orang tua berdampak besar Teks: Apri Celia Marketing Communications KinderHaven Preschool and Enrichment Center dalam pengembangan sosial dan emosional anak. Dengan adanya hubungan baik dan erat antar anak dan orang tua, maka sang anak akan belajar untuk mengelola perasaan dan proses kognitif mereka secara baik. Kemampuan si buah hati untuk membangun hubungan baik dengan orang lain di masa depannya akan lebih mudah.

Di era global saat ini, sebagian besar keluarga muda bekerja dan memilih untuk menyekolahkan anak mereka sejak usia dini. Namun, apakah hal itu sudah cukup dilakukan orang tua untuk perkembangan sang buah hati di masa emasnya? Untuk seorang bayi dan balita, peran utama dalam proses pembentukkan emosi, karakter, hingga perilaku berasal dari orang tua. Ditambah lagi, persaingan dunia bisnis pendidikan saat ini, seringkali lembagalembaga pendidikan usia dini melupakan hal tersebut. Lembaga pendidikan hanyalah sebagai jembatan untuk membantu orang tua menggali potensi anak dan membentuk karakter anak di usia dini. Padahal, ada sebuah metode pembelajaran yang mudah diterapkan oleh orang tua bagi sang buah hati di rumah tanpa mengeluarkan waktu khusus.

parenting-b2

Salah satu metode tersebut ialah metode Montessori. Dr. Maria Montessori adalah seorang fisikawan dan dokter yang berasal dari Italia. Ia mengembangkan metode pembelajaran usia dini sebagai hasil penelitiannya terhadap perkembangan intelektual anak, yang pada mulanya diterapkan pada anak berkebutuhan khusus. Metode ini mendidik anak untuk belajar mandiri dan berusaha untuk mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dengan adanya bimbingan guru. Dalam metode ini, anak tidak dibiarkan bebas untuk melakukan sesuka hati mereka, tetapi anak dididik untuk bebas belajar dan bekerja sesuai keinginannya dengan batasan-batasan yang diberikan oleh lingkungan belajar/sekolah.

Salah satu contoh kegiatan belajar mengajar kreatif anak dengan metode Montessori ialah memasak. Biasanya aktivitas memasak identik dengan kebiasaan orang dewasa dengan peralatan masak yang cenderung berukuran besar dan tajam. Terdapat lima area dalam Montessori yang dapat dipelajari anak melalui aktivitas belajar yang menyenangkan seperti memasak. Area Montessori yang pertama ialah Practical Life: mencakup cara memotong, menuang, menyendok, mencuci, maupun table setting. Kedua, Sensorial: menstimulasi seluruh panca indra anak (penciuman, perabaan, pendengaran, pengecapan, dan perasaan). Ketiga, Language: pengenalan suku kata baru (mangkuk, sendok, ikan, daging, telur, susu, dan lain-lain) serta melatih kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi. Keempat, Cultural Studies: pengenalan akan jenis tumbuhan yang bisa dimakan, nutrisi makanan, dan jenis-jenis bahan makanan. Kelima, Math: belajar berhitung dan mengukur takaran.

parenting-b3

 

Lewat kegiatan memasak, anak akan belajar bagaimana menstimulasi seluruh panca indra anak. Dengan adanya aktivitas yang didasari oleh Montessori, diharapkan para orang tua lebih menyadari akan pentingnya pengembangan potensi anak melalui pembekalan usia dini untuk masa dewasa mereka. Para orang tua juga dapat melakukan berbagai kegiatan belajar kreatif dengan metode Montessori di rumah. Hal ini sejalan dengan Attachment Theory, di mana dengan aktivitas yang dilakukan bersama anak, orang tua dapat mempererat hubungan intim dengan anak dalam proses pengembangan sosial dan emosional anak agar mereka kelak siap menjadi individu/pribadi yang mampu berkarya bagi Nusa dan Bangsa. Mari luangkan waktu untuk menghabiskan waktu bersama buah hati Anda di rumah! Karena dengan melakukan kegiatan bersama di rumah akan mengasah kemampuan, kemandirian, dan kepekaan sang buah hati

“The exercises of practical life
are formative activities, a work of
adaptation to the environment. Such
adaptation to the environment and
efficient functioning therein is the very
essence of a useful education.“
– Maria Montessori

thanks for www.uiuxfirst.com